Minggu, 16 Maret 2014


Gelisah, resah …
Adalah nafasku saat kini
Marah dan prasangka …
Adalah bayangku masa kini
Dimana damaiku dulu, berlalu …
Kemana perginya tentramku
Adakah semua lenyap ditelan waktu
Adakah asa menantiku
Adakah harap menjemputku,
Dipenghujung waktuku …


(SYA-17/02/2004)
Kasih …,
Adakah waktuku tersisa
Tuk dapat kita saling bicara
Tentang rasa hati yang terluka
Terkoyak memerah jingga

Kasih …,
Ku tak punya waktu yang tersisa tukmu
Karena semua waktuku untukmu,
Bahkan hidupku pun
Ada padamu …


(SYA-18/02/2004)
Akankah …, bilakah …
Adakah buah bernas cita-cita melimpah
Ataukah hanya mendung bagi kelabu jiwa
Akankah asa meluruh bak rinai gerimis
Hilang harap seiring tangis
Adakah nyata diakhir waktuku … menanti
Ataukah hanya hayal ilusi sunyi

Pelukku dalam kelu pilu
Kemana arah hatiku menuju
Kala damba seolah debu
Dimana jiwaku kan berlabuh
Kala hasratku merapuh

(SYA-15/03/2004)
Ku rindu padamu, ku ingin dekatmu
Dengarlah bisikku, rasakan dambaku
Dalamnya deritaku, tulusnya cintaku
Betapa kasihku padamu
Jujur rasamu …, anganku
Setia hatimu …, pintaku

(SYA-25/04/2004)
Kasihku …
Ku sayangi engkau disegenap jiwaku diseluruh hidupku
Gundah hatiku didera rindu dan cemburu
Jiwaku biru dilanda ragu dan pilu
Kasihku …
Kelam malam membayang wajahmu
Di pekat angan melayang jiwaku
Di riuh prahara sunyi hatiku
Di sepi hayalku damba pelukmu

(SYA-16/06/2004)
Aku lelah berharap
Aku leltih menyusun angan dan mimpiku
Hanya hampa kecewa yang ada
Sanggupkah ku terus bertahan
Bila tiada lagi ada getar kasihmu
Dapat ku rasa
Tega nian
Kau lumat harap dan anganku
Genggam demi genggam

(SYA-30/08/2004)
Selalu ada tanya pilu …
Takkan kembalikah cintaku, kan hilangkah dari hidupku
Selalu ada tanya sendu …
Tak adakah arti sayangku, tak berartikah penantianku
Selalu ada tanya pilu sendu …
Masih adakah cinta dan kasihmu, akankah kau tetap ada untukku


Raga dan jiwaku semakin lemah
Penantianku seolah tiada akhir
Asa tersisa semakin tiada
Seiring harap yang berakhir

Getar pertanda yang datang
Sakitkan jiwaku




Kau hempaskan asa
Yang sempat kau beri
Berharap semua kan jadi nyata
Ku terlalu bermimpi

Salahku terlalu mencintaimu
Biarkan hati dan jiwa ini terus terluka

Mampukah ku siapkan diri
terima kenyataan yang kau beri
Sanggupkah tuk kubur asa harap hati
Seperti yang kau ingini

Hanya kenangan dan angan milikku kini
Temani pedih perih luka hati jiwa ini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar