Kamis, 04 April 2013

Beberapa catatan ungkapan dan rasa hati November 2003 – Desember 2007


Betapa berat hati harus terima kenyataan. Saat kepekaan terungkap nyata, ku tak siap menerima. Beribu tanya kenapa ku ucapkan, apa salahku, apa kurangku, harus bagaimanakah aku, apa maumu, kenapa kau begitu? Berlaksa harap ku sampaikan, maafkan salah dan kurangku, usaikan hianatmu, kembalilah padaku, bersama kita bangun kembali kasih yang tersakiti, bersama kita bersihkan cinta yang ternoda. Ku berimu maaf setulus hati, ku berimu waktu tuk kembali, ku mau jadi apa yang kau mau…, tapi tidak untuk yang satu itu. Jangan pernah duakan aku, ku tak mau kau bagi cintamu.
                Tak pernah sedikitpun terpikir kan ku alami ini. Tak pernah sedetikpun terlintas kau kan tega perlakukan aku seperti ini. Ku tak bisa lagi pahami maumu, ku tak lagi kenali dirimu. Begitu keras kau pada inginmu. Tak lagi kau peduli bagaimana aku. Segala upaya ku lakukan tuk tetap bisa bersamamu, segala daya kau laksanakan tuk pisahkanku. Mohonku, sujudku, bahkan marahku, tak buat engkau luluh dan pahami betapa arti dirimu bagiku. Diamku, pengertianku, dan penantianku, tak buat kau sadari betapa besar kasihku padamu. Semua hujatan, umpatan, caci maki, cara-cara keji yang ku terima tak bisa sentuh kalbumu. Bahkan kematian yang menjelangku pun tak buka mata hatimu.
                Ku pasrahkan diri pada kehendakMu, ku terima jalanMu untukku, ku renungi cobaMu.. ujianMu.. peringatanMu. Ku coba bersabar, menguatkan jiwa, hadapai apa yang terjadi. Ku mohonkan belas kasih dan maafMu. Ku kembali hanya padaMu, semakin ku berusaha dekat hanya padaMu. Ku cari damai hanya dipelukMu, ku rengkuh kasih abadiMu, ku pinta pertolonganMu.
                Wahai Engkau.., dimanakah diriMu. Kenapa tak Kau tolong aku, mengapa Kau biarkan ku sendiri dalam sedih dan duka...? Dimana kasihMu, mana pertolonganMu..? Ku sampaikan pinta dan doaku hanya padaMu, karena ku yakin akan adaMu. Tapi mengapa ku merasa tak Kau jawab, kenapa ku merasa Kau biarkan…? Hanya Engkau milikku setelah dia pergi. Hanya Engkau tempatku mengadu dan kembali. Tapi mengapa Engkau diam seolah tiada, mengapa Engkau sunyi seolah tak peduli…?
                Dalam duka dan luka teramat dalam, ku pun merasa kehilanganMu. Dalam harap akan cinta kasihMu,  ku pun merasa Kau tinggalkan. Pupus yakinku akan adaMu, putus harapku akan kasih sayangMu. Kehilangan diri dan hatinya sudah sangat menyakitiku. Tapi saat ku merasa Kau pun tinggalkan aku, tak pedulikan aku…, terasa teramat sangat lebih menyakitkan… Semakin munculkan marahku, semakin tumbuhkan ketidak warasanku. Itukah yang Kau mau dariku…, dan aku pun akhirnya kehilangan diriku!? Takdirkah ini…? Tiada lagi yang ku miliki…, tidak dia, tidak Engkau, bahkan tidak diriku sendiri…!! Jadi…, apakah aku sekarang ini?!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar