Betapa berat hati
harus terima kenyataan. Saat kepekaan terungkap nyata, ku tak siap menerima.
Beribu tanya kenapa ku ucapkan, apa salahku, apa kurangku, harus bagaimanakah
aku, apa maumu, kenapa kau begitu? Berlaksa harap ku sampaikan, maafkan salah
dan kurangku, usaikan hianatmu, kembalilah padaku, bersama kita bangun kembali
kasih yang tersakiti, bersama kita bersihkan cinta yang ternoda. Ku berimu maaf
setulus hati, ku berimu waktu tuk kembali, ku mau jadi apa yang kau mau…, tapi
tidak untuk yang satu itu. Jangan pernah duakan aku, ku tak mau kau bagi
cintamu.
Tak pernah sedikitpun terpikir kan ku alami ini. Tak
pernah sedetikpun terlintas kau kan
tega perlakukan aku seperti ini. Ku tak bisa lagi pahami maumu, ku tak lagi
kenali dirimu. Begitu keras kau pada inginmu. Tak lagi kau peduli bagaimana
aku. Segala upaya ku lakukan tuk tetap bisa bersamamu, segala daya kau
laksanakan tuk pisahkanku. Mohonku, sujudku, bahkan marahku, tak buat engkau
luluh dan pahami betapa arti dirimu bagiku. Diamku, pengertianku, dan
penantianku, tak buat kau sadari betapa besar kasihku padamu. Semua hujatan,
umpatan, caci maki, cara-cara keji yang ku terima tak bisa sentuh kalbumu.
Bahkan kematian yang menjelangku pun tak buka mata hatimu.
Ku pasrahkan diri pada
kehendakMu, ku terima jalanMu untukku, ku renungi cobaMu.. ujianMu..
peringatanMu. Ku coba bersabar, menguatkan jiwa, hadapai apa yang terjadi. Ku
mohonkan belas kasih dan maafMu. Ku kembali hanya padaMu, semakin ku berusaha
dekat hanya padaMu. Ku cari damai hanya dipelukMu, ku rengkuh kasih abadiMu, ku
pinta pertolonganMu.
Wahai Engkau.., dimanakah
diriMu. Kenapa tak Kau tolong aku, mengapa Kau biarkan ku sendiri dalam sedih
dan duka...? Dimana kasihMu, mana pertolonganMu..? Ku sampaikan pinta dan doaku
hanya padaMu, karena ku yakin akan adaMu. Tapi mengapa ku merasa tak Kau jawab,
kenapa ku merasa Kau biarkan…? Hanya Engkau milikku setelah dia pergi. Hanya
Engkau tempatku mengadu dan kembali. Tapi mengapa Engkau diam seolah tiada,
mengapa Engkau sunyi seolah tak peduli…?
Dalam duka dan luka teramat
dalam, ku pun merasa kehilanganMu. Dalam harap akan cinta kasihMu, ku pun merasa Kau tinggalkan. Pupus yakinku
akan adaMu, putus harapku akan kasih sayangMu. Kehilangan diri dan hatinya
sudah sangat menyakitiku. Tapi saat ku merasa Kau pun tinggalkan aku, tak
pedulikan aku…, terasa teramat sangat lebih menyakitkan… Semakin munculkan
marahku, semakin tumbuhkan ketidak warasanku. Itukah yang Kau mau dariku…, dan
aku pun akhirnya kehilangan diriku!? Takdirkah ini…? Tiada lagi yang ku
miliki…, tidak dia, tidak Engkau, bahkan tidak diriku sendiri…!! Jadi…, apakah
aku sekarang ini?!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar