Gelisah,
resah …
Adalah
nafasku saat kini
Marah
dan prasangka …
Adalah
bayangku masa kini
Dimana damaiku dulu, berlalu …
Kemana perginya tentramku
Adakah
semua lenyap ditelan waktu
Adakah
asa menantiku
Adakah
harap menjemputku,
Dipenghujung
waktuku …
Kasih
…,
Adakah
waktuku tersisa
Tuk
dapat kita saling bicara
Tentang
rasa hati yang terluka
Terkoyak
memerah jingga
Kasih
…,
Ku
tak punya waktu yang tersisa tukmu
Karena
semua waktuku untukmu,
Bahkan
hidupku pun
Akankah
…, bilakah …
Adakah
buah bernas cita-cita melimpah
Ataukah
hanya mendung bagi kelabu jiwa
Akankah
asa meluruh bak rinai gerimis
Hilang
harap seiring tangis
Adakah
nyata diakhir waktuku … menanti
Ataukah
hanya hayal ilusi sunyi
Pelukku
dalam kelu pilu
Kemana
arah hatiku menuju
Kala
damba seolah debu
Dimana
jiwaku kan
berlabuh
Kala
hasratku merapuh
Ku
rindu padamu, ku ingin dekatmu
Dengarlah
bisikku, rasakan dambaku
Dalamnya
deritaku, tulusnya cintaku
Betapa kasihku padamu
Jujur rasamu …, anganku
Setia hatimu …, pintaku
Kasihku
…
Ku
sayangi engkau disegenap jiwaku diseluruh hidupku
Gundah
hatiku didera rindu dan cemburu
Jiwaku
biru dilanda ragu dan pilu
Kasihku …
Kelam malam membayang wajahmu
Di pekat angan melayang jiwaku
Di riuh prahara sunyi hatiku
Di sepi hayalku damba pelukmu
Aku
lelah berharap
Aku
leltih menyusun angan dan mimpiku
Hanya
hampa kecewa yang ada
Sanggupkah ku terus bertahan
Bila tiada lagi ada getar kasihmu
Dapat ku rasa
Tega
nian
Kau
lumat harap dan anganku
Genggam
demi genggam
Selalu
ada tanya pilu …
Takkan
kembalikah cintaku, kan
hilangkah dari hidupku
Selalu
ada tanya sendu …
Tak
adakah arti sayangku, tak berartikah penantianku
Selalu
ada tanya pilu sendu …
Masih
adakah cinta dan kasihmu, akankah kau tetap ada untukku
Raga
dan jiwaku semakin lemah
Penantianku
seolah tiada akhir
Asa
tersisa semakin tiada
Seiring
harap yang berakhir
Getar
pertanda yang datang
Sakitkan
jiwaku
Kau
hempaskan asa
Yang
sempat kau beri
Berharap
semua kan
jadi nyata
Ku
terlalu bermimpi
Salahku terlalu mencintaimu
Biarkan hati dan jiwa ini terus terluka
Mampukah
ku siapkan diri
terima
kenyataan yang kau beri
Sanggupkah
tuk kubur asa harap hati
Seperti
yang kau ingini
Hanya kenangan dan angan milikku kini
Temani pedih perih luka hati jiwa ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar